88 Kata Bijak Ustadz Yusuf Mansur Penuh Motivasi
Yusuf Mansur atau Jam’an Nurkhatib Mansur lahir di Jakarta, 19 Desember 1976 adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi, sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, cikarang Tangerang dan pengajian Wisata Hati. (sumber: Wikipedia)
Kata-kata bijak, kata mutiara, quotes beliau penuh dengan nilai-nilai kehidupan yang memberikan motivasi dan inspirsi untuk kehidupan yang lebih baik.
Kata-kata Bijak Ustadz Yusuf Mansur
1. “Tidak ada orang yang baik berkehidupan buruk, sebagaimana tidak ada orang buruk yang berkehidupan baik. Allah tidak akan tertukar dalam mengambil keputusan dan kehendak.” _Yusuf Mansur
2. “Bagi orang-orang baik, setiap penderitaan dan kesulitan yang mereka hadapi adalah ujian daro Allah.” _Yusuf Mansur
3. “Tidak ada ujung kehidupan yang baik bagi para pendosa atau bagi mereka yang terbiasa berbuat zalim.” _Yusuf Mansur
4. “Orang yang peduli akan masa depannya, maka ia akan berjalan penuh kehati-hatian. Sebaliknya, mereka yang berlayar dengan nafsu sebagai nahkodanya, maka kehidupan yang penuh dengan keburukan yang menjadi masa depannya.” _Yusuf Mansur
5. “Kehidupan adalah kesenangan dan kesusahan, yang ada akhir dan tanggung jawabnya.” _Yusuf Mansur
6. “Pantaslah bila hamba hidup dengan kehidupan yang penuh dengan keburukan, sebab hamba berjalan tanpa kebaikan atau sedikit kebaikan.” _Yusuf Mansur
7. “Silahkan berbuat apa saja, yang penting diketahui bahwa segala sesuatu tercatat di sisi-Nya dan akan diperlihatkan kembali kepada kita. Saat itulah, kita memperoleh bunga dari apa yang telah kita kerjakan.” _Yusuf Mansur
8. “Suatu hari kelak, manusia akan melihat kembali film kehidupan yang ia mainkan sendiri.” _Yusuf Mansur
9. “Kematian akan membuat manusia kehilangan kerajaan dunia yang ia bangun, yang tertinggal hanya amal setia yang menemani.” _Yusuf Mansur
10. “Betapapun kekayaan yang dimiliki seseorang, keluasan wilayah kekuasaan, kehormatan, gelar, dan segala atribut yang dimiliki seseorang, tidak akan pernah bisa dimiliki selamanya. Kematian akan mengakhiri kepemilikan itu.” _Yusuf Mansur
11. “Kematian adalah bukti riil bahwa kepemilikan sejati hanya dimiliki Sang Pemilik, Tuhan Rabbul ‘alamin.” _Yusuf Mansur
12. “Selain amal kebaikan, ada dua hal lagi yang bisa ‘dimiliki’ oleh mereka yang mati, yaitu keturunan yang baik, yang mendoakannya, dan ilmu yang bermanfaat.” _Yusuf Mansur
13. “Islam tidak melarang manusia kaya. Yang dilarang adalah mencari dan menggunakan kekayaan dengan melupakan Sang Pemberi dan hak sesama.” _Yusuf Mansur
14. “Akan dengan mudah kita ulurkan tangan jika kita maju untuk meraba penderitaan dan kesulitan mereka bila kita anggap itulah ladang amal yang Allah sediakan bagi kita.” _Yusuf Mansur
15. “Tolaklah pergiliran keburukan dengan terus menunjukkan kebaikan-kebaikan kepada Allah, Zat Yang Maha Menolak keburukan.” _Yusuf Mansur
16. “Jika kehidupan ini mudah berubah, mengapa kita tidak meminta selalu perlindungan dari-Nya?” _Yusuf Mansur
17. “Sombong benar kami melangkah, yang melangkah selangkah-langkahnya. Sombong benar kami berjalan, yang berjalan sejalan-jalannya. Tanpa melibatkan Engkau, tanpa mengharapkan Engkau hadir. Padahal, pada saat yang sama, kami tahu bahwa tidak ada kuasa bagi kami, tidak ada kekuatan bagi kami. Di seluruh kehidupan ini, la haula wala quwwata illa billah. Maafkan kesombongan kami, duhai Yang Maha Agung.” _Yusuf Mansur
18. “Kalau mau mengganti ketakutan dengan rasa aman, syaratnya mudah. Percaya saja kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya. Dan kalau sudah percaya, jangan ragu-ragu.” _Yusuf Mansur
19. “Allah maha melihat. Dan Dia melihat segala kesusahan dan derita kita, sungguh pun itu adalah hasil perbuatan kita sendiri. Karena Dia melihat, maka Dia menunggu permohonan kita. Permohonan untuk dibebaskan dari kesusahan dan derita tersebut.” _Yusuf Mansur
20. “Jaminan siapa yang lebih besar dari pada jaminan Allah? Bila kita tidak mengetahuinya atau kurang meyakini hal tersebut, boleh jadi kita tidak mengenal Allah dengan baik.” _Yusuf Mansur
21. “Pengalaman adalah guru kehidupan.” _Yusuf Mansur
22. “Kesuksesan dan kebahagiaan lebih terletak pada cara pandang kita terhadap kehidupan dan cara mensyukurinya.” _Yusuf Mansur
23. “Masih bisa melihat matahari saja seharusnya sudah bersykur.” _Yusuf Mansur
24. “Bila kesulitan dan permasalahannya bisa mengantarkan dirinya kepada Allah, sesungguhnya kesulitan dan permasalahannya tersebut adalah anugerah Allah adanya. Bukan beban, sebagaimana yang dipandang selama ini. Wallahu a’lam.” _Yusuf Mansur
25. “Kesulitan dan kesusahan, penyakit dan kerugian, kadang bisa menjadi pintu yang bisa menghantarkan kita kembali mengingat Allaah.” _Yusuf Mansur
26. “Duhai pemilik nikmat, Engkau sudah karuniakan hamba kehidupan yang penuh nikmat, tapi hamba berjalan dengan ketidakpuasan dan perasaan kekurangan, akhirnya dahaga hamba tak terpuaskan dan perasaan kekurangan, akhirnya dahaga hamba tak terpuaskan, hingga tak bisa bahagia.” _Yusuf Mansur
27. “Duhai pemilik kesabaran, Engkau ajarkan hamba bersabar dalam merengkuh dunia, tapi hamba tak sabar dalam memburunya. Akhirnya, kehidupan hamba malah diburu ketidak tenangan dan kegelisahan.” _Yusuf Mansur
28. “Sejarah boleh bergulir, cerita dan pelaku boleh beda, tapi kesimpulan tetap sama; siapa saja yang bersyukur akan dipelihara segala nikmat. Dan bagi yang lupa, kesulitan terpampang di depan mata.” _Yusuf Mansur
29. “Ada ujung bahagia yang baik untuk mereka yang memelihara diri.” _Yusuf Mansur
30. “Salah satu ciri sahabat yang baik adalah ketika ia bisa mendoakan kebaikan bagi sahabatnya.” _Yusuf Mansur
31. “Keindahan yang kita anggap keindahan, kebahagiaan yang kita anggap kebahagiaan, dan keberhasilan yang kita anggap keberhasilan, tidak ada artinya bila Allah tidak menyukainya.” _Yusuf Mansur
32. “Hamba sering memandang bahwa dunia itu segalanya bagi hamba sehingga hamba rela melakukan perbuatan apa saja demi mendapatkan dunia. Ternyata salah! Keridhaan-Mu-lah yang seharusnya hamba kejar.” _Yusuf Mansur
33. “Sekali kejahatan terbuat, biasanya kita tergoda untuk mengulanginya.” _Yusuf Mansur
34. “Beruntunglah, bila ada diantara saudara yang langkah kejahatannya dihentikan Allah. Entah itu ketahuan pada aksi pertama atau gagal dalam melaancarkan aksi. Berarti, Anda disayang.” _Yusuf Mansur
35. “Biasakan diri dan anak keturunan dengan hal-hal yang baik.” _Yusuf Mansur
36. “Penanaman karakter dasar yang baik akan banyak berperan bagi pertumbuhan sikap dan mental anak pada masa depan.” _Yusuf Mansur
37. “Sedikit tapi berkah.” _Yusuf Mansur
38. “Diri kita sendiri dan kelurga, sering tidak kebagian rezeki haram yang kita usahakan.” _Yusuf Mansur
39. “Kehidupan yang penuh ketenangan seharusnya yang menjadi pilihan kita semua meskipun harus hidup dengan sederhana.” _Yusuf Mansur
40. “Hasil kejahatan tidak akan pernah menjadi daging. Begitu keyakinan para orang tua yang mementingkan keberkahan hidup.” _Yusuf Mansur
41. “Menerima kehidupan apa adanya adalah jauh lebih baik.” _Yusuf Mansur
42. “Keterpurukan dan kemunduran, justru sering kali didapat oleh mereka yang mengabaikan pertimbangan akal dan hati.” _Yusuf Mansur
43. “Mensyukuri yang ada dalam genggaman Anda saat ini, sudah membuat diri Anda kaya.” _Yusuf Mansur
44. “Permasalahan hidup itu biasa. Yang tidak biasa adalah bila permasalahan tersebut tidak kunjung selsai.” _Yusuf Mansur
45. “Satu musuh, jauh lebih banyak dibaandingkan dengan seribu kawan.” _Yusuf Mansur
46. “Belajarlah dari mereka yang susah sebab perbuatannya sendiri, siapa tahu kita akan selamat dari kebodohan diri sendiri.” _Yusuf Mansur
47. “Buatlah kebahagiaan di hati banyak orang, niscaya hati kita pun akan dipenuhi oleh kebahagiaan.” _Yusuf Mansur
49. “Sebagaimana perlakuan kita kepada orang lain, begitu pulalah kita akan diperlakukan.” _Yusuf Mansur
50. “Hidup itu untuk dinikmati, bukan untuk bermasalah!” _Yusuf Mansur
51. “Banyak gaya, banyak masalah.” _Yusuf Mansur
52. “Punya mimpi boleh, bahkan mungkin banyak hal bisa diawali lewat mimpi. Tapi ‘kan, mimpi saja tidak cukup. Ia butuh sebuah langkah, butuh sebuah proses.” _Yusuf Mansur
53. “Kita tidak usah menyusahkan hidup kita untuk sekedar menggenggam dunia, tapi kemudian kita raih lewat menyusahkan orang lain.” _Yusuf Mansur
54. “Hidup ini nikmat kalau dijalani apa adanya dan berbproses. Wajar bila kita punya target, misalnya kita harus punya rumah. Tapi, kita iringi target itu dengan merancang hidup dan kehidupan dengnan baik.” _Yusuf Mansur
55. “Kesengsaraan adalah hak bagi mereka yang kehilangan rasa takut kepada Tuhannya.” _Yusuf Mansur
56. “Ada berjuta cara Allah memberi peringatan, termasuk melalui media iklan, jika kita ‘membacanya’ sebagai sebuah peringatan Allah.” _Yusuf Mansur
57. “Akankah kebusukan tidak mengundang bau?” _Yusuf Mansur
58. “Untuk mencapai kebahagiaan, lebih baik membatasi keinginan daripada memanjakannya.” _Yusuf Mansur
59. “Kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang berbeda. Makan, bisa dikatakan sebagai sebuah kebutuhan. Tapi makan dengan kemewahan, makan di rumah makan kelas atas, maka kebutuhan itu berubah menjadi keinginan.” _Yusuf Mansur
60. “Akan percuma harta yang teraih lewat cara-cara kotor karena hanya akan menimbulkan penderitaan sesudahnya.” _Yusuf Mansur
61. “Jangan butakan mata kita! Hanya karena satu-dua keinginan yang tidak tercapai, lalu kita menjadi manusia pengeluh yang terhambat sebab hanya terfokus pada kekurangan.” _Yusuf Mansur
62. “Tidak salah memang punya keinginan. Namanya saja manusia. Tapi, sudahkah kita syukuri apa yang sudah kita terima?” _Yusuf Mansur
63. “Kehidupan itu indah, kok, kalau dijalani dengan rasa syukur.” _Yusuf Mansur
64. “Berterima kasihlah kepada Allah atas segala kebaikan-Nya, pasti Allah akan berkenan memberikan tambahannya.” _Yusuf Mansur
65. “Salah satu cara berterima kasih itu adalah menerima apa adanya dan mau berbagi.” _Yusuf Mansur
66. “Diberi sedikit, sudah gampang lupa diri. Inilah sebagian sifat jelek manusia.” _Yusuf Mansur
67. “Perhatikan proses kematian dan riwayat kematian orang-orang terdekat di sekeliling kita. Siapa tahu Allah berkenan memberikan pengajaran kehidupan melalui pesan kematian yang disampaikannya.” _Yusuf Mansur
68. “Bila kematian bisa dijadikan guru kehidupan, lalu, sebagai manusia pembelajar, model kematian yang bagaimana yang mau kita contoh?” _Yusuf Mansur
69. “Ketika yang lain begitu perih mencari sepiring-du piring makanan, kita justru mempertontonkan kemewahan.” _Yusuf Mansur
70. “Menjadi kaya tidak dilarang oleh agama. Setidaknya ini menurut saya. Sebab, menjadi mukmin yang kuat (baik dari arti sesungguhnya maupun kiasan; kuat mental, kuat harta, kuat pendirian, dan lain-lain) adalah jauh lebih baik daripada menjadi mukmin yang lemah.” _Yusuf Mansur
71. “Malulah kepada orang miskin yang menjaga kehormatan dan kemuliaannya.” _Yusuf Mansur
72. “Dunia ini kecil, BUNG!” _Yusuf Mansur
73. “Perilku buruk bagikan bayang-bayang yang mengikuti ke mana kita melangkah.” _Yusuf Mansur
74. “Sesuatu yang bukan hak pasti diambil Yang Hak. Dan Dia punya seribu cara buat mengambilnya kembali dari tangan kita.” _Yusuf Mansur
75. “Setan saja tahu sejak dini bahwa uang haram tidak akan pernah bisa dinikmati.” _Yusuf Mansur
76. “Sering kali terjadi, gara-gara yang kecil, yang besar hilang.” _Yusuf Mansur
77. “Tidak akan tertulis di dalam takdir orang baik bakal terkena kesusahan, kecuali ia menjadi sebuah ujian belaka.” _Yusuf Mansur
78. “Gelisah, kebanyakan adalah sebab salah.” _Yusuf Mansur
79. “Sejatinya, musibah adalah untuk meningkatkan derajat iman dan kualitas hidup orang yang diuji.” _Yusuf Mansur
80. “Ibarat layang-layang, mereka akan diulur sejauh mungkin untuk kemudian dengan sekali taraik mereka akan putus dan jatuh terhempas ke bumi. Inilah sebagian tamsil mereka yang berbuat dosa.” _Yusuf Mansur
81. “Yang terdekat dengan kehidupan kita adalah anak dan keluarga kita. Dan kita sering melupakannya.” _Yusuf Mansur
82. “Kesombongan itu, mahal hargaanya.” _Yusuf Mansur
83. “Kesederhanaan bukan pada penekanan tidak boleh hidup kaya, melainkan pada cara pembawaan.” _Yusuf Mansur
84. “Jangan pernah putus asa. Langit masih luas, matahari masih bersinar, rembulan dan bintang masih menghias langit.” _Yusuf Mansur
85. “Kegagalan demi kegagalan ialah proses tahapan kesuksesan itu sendiri.” _Yusuf Mansur
86. “Hilangnya rasa malu; ketika rasa hormat dan takut menghilang.” _Yusuf Mansur
87. “Sifat malu ‘pada akhirnya’ akan mengajarkan tentang hakikat keberdaan kita sebagai manusia.” _Yusuf Mansur
88. “Salah satu tanda orang mukmin ialah memelihara rasa malu dan rasa takut akan kebesaran Allah, Tuhannya.” _Yusuf Mansur
Semoga bermanfaat, Amien
Posting Komentar untuk "88 Kata Bijak Ustadz Yusuf Mansur Penuh Motivasi"